Direktur Utama PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa kunci membangun tim tangguh di lingkungan BUMN terletak pada dua pilar utama: disiplin eksekutif dan delegasi wewenang yang jelas. Dalam wawancara eksklusif, ia mengungkapkan bahwa transformasi perusahaan tidak akan berhasil tanpa keduanya. Pemimpin harus menjadi teladan dalam menjalankan disiplin, sekaligus memberi ruang inovasi tanpa kehilangan kendali. Prinsip ini diadopsi dari manajemen kepemimpinan militer yang terbukti efektif meningkatkan produktivitas dan soliditas tim.
Disiplin Eksekutif: Fondasi Budaya Kerja Tim Tangguh
Menurut sang CEO, disiplin bukan sekadar aturan formal, melainkan budaya yang ditanamkan melalui contoh nyata. Ia menekankan bahwa pemimpin yang konsisten dalam menerapkan disiplin akan memotivasi anggota tim untuk melakukan hal yang sama. Di BUMN, hal ini menjadi krusial karena skala operasi yang besar dan risiko tinggi. Tanpa disiplin, eksekusi strategi akan terhambat dan target perusahaan sulit tercapai.
Disiplin eksekutif mencakup ketepatan waktu, ketaatan pada prosedur, serta tanggung jawab atas hasil kerja. Prinsip ini diterapkan secara berjenjang dari level manajemen puncak hingga staf. Dengan demikian, tercipta standar kinerja yang seragam dan dapat diukur. CEO Pertamina mencontohkan bahwa budaya disiplin ini harus dimulai dari diri sendiri—pemimpin menjadi role model utama.
- Keteladanan pemimpin: Konsistensi dalam menerapkan disiplin menjadi motivasi bagi tim.
- Budaya taat prosedur: Standar operasional yang jelas dan dijalankan secara ketat.
- Tanggung jawab hasil: Setiap individu bertanggung jawab penuh atas output pekerjaannya.
Delegasi Efektif: Seni Mengontrol Tanpa Mengekang
Pilar kedua adalah delegasi wewenang yang jelas. CEO Pertamina menyadari bahwa pemimpin tidak bisa mengerjakan semuanya sendiri. Delegasi yang efektif memungkinkan anggota tim mengambil keputusan cepat dan inovatif, namun tetap dalam koridor yang ditetapkan. Ia mengibaratkan seperti komandan militer yang memberikan arahan strategis, sementara pelaksanaannya di lapangan diserahkan kepada unit terkait.
Kunci dari delegasi adalah kejelasan batas wewenang, akuntabilitas, dan sistem evaluasi berkala. Pemimpin perlu memastikan bahwa setiap anggota tim memahami peran dan tanggung jawabnya. Selain itu, feedback rutin menjadi alat untuk mengoreksi arah tanpa mengurangi kewenangan yang telah didelegasikan. Dengan kombinasi disiplin dan delegasi, Pertamina berhasil meningkatkan produktivitas tim, mempercepat pengambilan keputusan strategis, dan mengurangi risiko kesalahan.
- Delegasi jelas: Pembagian tugas berdasarkan kompetensi dengan batas wewenang yang tegas.
- Evaluasi berkala: Memonitor progres tanpa mengintervensi secara berlebihan.
- Ruang inovasi: Tim diberi kebebasan bereksperimen dalam koridor strategi perusahaan.
Penerapan prinsip ini telah membawa hasil positif bagi Pertamina. Produktivitas tim meningkat, keputusan strategis lebih cepat diambil, dan risiko kesalahan berkurang. CEO menegaskan bahwa keberhasilan transformasi BUMN membutuhkan kombinasi antara disiplin dan delegasi yang seimbang.
Takeaway bagi profesional muda: Mulailah menerapkan disiplin pribadi dalam hal kecil seperti ketepatan waktu dan tanggung jawab atas tugas. Saat memimpin proyek, jangan ragu mendelegasikan pekerjaan sesuai keahlian anggota tim, namun tetap pantau dengan evaluasi berkala. Dengan demikian, Anda akan membangun tim yang solid dan produktif, sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan Anda sendiri. Prinsip manajemen ala militer ini relevan untuk siapa pun yang ingin membangun tim tangguh di era bisnis yang dinamis.