OLAHDISIPLIN

Kepemimpinan Strategis

KSAD Maruli Simanjuntak: Pentingnya Pemimpin Militer Melek Teknologi dan Cyber

Kepemimpinan militer modern menuntut literasi teknologi dan siber sebagai keharusan, bukan pilihan. Transformasi digital harus didorong dari pucuk pimpinan dengan komitmen sumber daya dan budaya pembelajaran yang berkelanjutan. Bagi profesional muda, kemampuan belajar cepat dan menjadi champion inovasi adalah kompetensi kritis untuk tetap relevan di era disrupsi.

KSAD Maruli Simanjuntak: Pentingnya Pemimpin Militer Melek Teknologi dan Cyber

Kepemimpinan di era disrupsi tidak lagi cukup mengandalkan pengalaman lapangan dan doktrin konvensional. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa literasi teknologi dan siber bukanlah pilihan, melainkan keharusan mutlak bagi pemimpin militer modern. Ancaman hybrid yang kian kompleks menuntut pemahaman mendalam di luar kemampuan tempur tradisional—sebuah pesan yang juga relevan bagi para eksekutif di sektor sipil.

Transformasi Digital Dimulai dari Pucuk Pimpinan

Dalam sebuah forum, Jenderal Maruli menyoroti bahwa transformasi digital TNI AD harus didorong dari tingkat kepemimpinan tertinggi. Komitmen untuk mengalokasikan sumber daya dan membudayakan pembelajaran teknologi di semua jajaran menjadi kunci utama. Menurutnya, ini merupakan investasi strategis untuk mempertahankan relevansi dan efektivitas organisasi di tengah perubahan medan perang yang kian digital.

  • Literasi teknologi adalah kebutuhan strategis, bukan sekadar keterampilan tambahan.
  • Kepemimpinan adaptif mensyaratkan komitmen kuat dalam mendanai dan mengintegrasikan inovasi digital.
  • Budaya pembelajaran teknologi harus ditanamkan dari atasan hingga bawahan secara berkelanjutan.
  • Pemimpin wajib menjadi role model dalam mengadopsi dan memanfaatkan alat digital.

Relevansi untuk Profesional Muda

Pesan Jenderal Maruli tidak hanya berlaku di lingkungan militer. Bagi profesional muda di dunia korporasi, disrupsi teknologi mengubah seluruh lini bisnis. Seorang pemimpin harus menjadi champion transformasi digital, mendorong adaptasi tim, dan memastikan organisasi tidak tertinggal. Kemampuan belajar cepat dan mengadopsi inovasi kini menjadi kompetensi kepemimpinan yang kritis—inilah esensi dari kepemimpinan adaptif yang harus dimiliki setiap eksekutif.

Takeaway untuk Anda: Mulailah dengan menguasai alat digital yang relevan di bidang Anda. Jadilah agen yang mendorong budaya pembelajaran di tim, alokasikan waktu dan sumber daya untuk eksperimen teknologi, serta tunjukkan keteladanan dalam menghadapi perubahan. Relevansi karir Anda bergantung pada seberapa cepat Anda beradaptasi—bukan pada seberapa lama Anda bertahan dengan cara lama.