OLAHDISIPLIN

Disiplin Eksekutif

Tingkatkan Kapasitas Perwira TNI AU di Mabesau, Ketua Umum DePA-RI Diundang Sebagai Pembicara

TNI AU mengembangkan kapasitas perwiranya melalui pelatihan negosiasi, mediasi, dan komunikasi, menekankan pentingnya soft skills bagi kepemimpinan modern. Profesional dapat belajar bahwa kepemimpinan efektif memadukan ketegasan dengan diplomasi dan pengambilan keputusan strategis.

Tingkatkan Kapasitas Perwira TNI AU di Mabesau, Ketua Umum DePA-RI Diundang Sebagai Pembicara

Peningkatan kapasitas perwira TNI AU memasuki domain baru: pengembangan keterampilan lunak. DePA-RI diundang ke Mabesau untuk membekali ratusan perwira dengan teknik negosiasi, mediasi, dan komunikasi yang efektif, menandai pergeseran dari kompetensi teknis semata menuju kepemimpinan yang holistik.

Negosiasi dan Mediasi: Senjata Baru dalam Kompetensi Militer

Dr. Tahir Musa Luthfi Yazid, Ketua Umum DePA-RI, menekankan bahwa komunikasi yang efektif adalah landasan untuk menjadi influencer positif. Dalam konteks TNI AU, keterampilan ini menjadi penentu dalam menyelesaikan konflik dan membangun sinergi di lapangan maupun di ruang perencanaan strategis. Pelatihan ini menjawab kebutuhan mendasar bahwa kapasitas perwira modern tidak hanya diukur dari kemahiran tempur, tetapi juga dari kemampuan memengaruhi dan berdiplomasi.

The Man Behind The Gun: Pengambilan Keputusan Strategis

Luthfi menggarisbawahi peran sentral perwira sebagai pengambil keputusan. Sebagai 'the man behind the gun', ketepatan dan kecermatan mereka memiliki dampak langsung pada operasi dan keamanan nasional. Para perwira diajak untuk meneladani tokoh militer intelektual, seperti Jenderal Soedirman dan A.H. Nasution, yang sukses karena menggabungkan:

  • Kekuatan militer dengan visi strategis yang luas.
  • Kepemimpinan lapangan dengan kebijaksanaan dan diplomasi.
  • Kemampuan taktis dengan pemikiran analitis mendalam.

Acara hybrid yang menjangkau perwira dari seluruh Indonesia ini menegaskan komitmen institusi untuk mengembangkan kapasitas perwira yang seimbang antara hard skill dan soft skill. Ini adalah investasi strategis dalam membangun kader pemimpin yang siap menghadapi kompleksitas tantangan masa depan.

Bagi profesional muda di luar dunia militer, pelajaran ini sangat relevan. Kepemimpinan efektif di era modern membutuhkan kombinasi ketegasan dan kemampuan berkomunikasi. Untuk itu, ambil tiga langkah konkret: tingkatkan kemampuan mendengar aktif, kuasai teknik negosiasi berbasis kepentingan (interest-based negotiation), dan latih diri untuk mengambil keputusan dengan data yang lengkap namun dalam tekanan waktu yang terbatas. Jadilah pemimpin yang tak hanya kompeten, tetapi juga mampu membangun aliansi dan mengelola konflik dengan cerdas.