OLAHDISIPLIN

Wawancara

Wawancara Eksklusif: Mantan Danjen Kopassus Bagikan Tips Membangun Tim Tangguh

Dalam wawancara eksklusif, mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn.) Iwan Setiawan membagikan dua fondasi utama membangun tim tangguh: kepercayaan melalui komunikasi vertikal, serta integritas dan disiplin pribadi. Profesional muda bisa langsung menerapkan langkah-langkah seperti dialog rutin, feedback anonim, dan evaluasi mingguan untuk memperkuat sinergi tim. Intinya, kepemimpinan sejati adalah tindakan nyata setiap hari, bukan sekadar posisi.

Wawancara Eksklusif: Mantan Danjen Kopassus Bagikan Tips Membangun Tim Tangguh

Dalam wawancara eksklusif dengan Olah Disiplin, Mayjen TNI (Purn.) Iwan Setiawan, mantan Komandan Jenderal Kopassus, membagikan prinsip kepemimpinan yang langsung bisa diterapkan oleh profesional muda di dunia kerja. Inti dari membangun tim tangguh, menurutnya, adalah kepercayaan dan komunikasi vertikal yang efektif. Tanpa fondasi ini, sinergi tim akan runtuh dan visi pemimpin tidak akan pernah sampai ke lini terdepan. Inilah pelajaran utama yang membedakan antara tim yang sekadar bekerja sama dan tim yang benar-benar solid.

Fondasi Tim Tangguh: Trust dan Komunikasi Vertikal

Menurut sang mantan Danjen, setiap anggota tim harus memiliki sense of belonging dan tujuan bersama. Hal ini hanya bisa tercipta jika pemimpin membangun kepercayaan melalui transparansi dan konsistensi. Komunikasi vertikal harus berjalan dua arah, tanpa sekat hierarki yang kaku. Dalam organisasi modern, pemimpin muda perlu rajin mendengar, memberikan umpan balik terbuka, dan memastikan setiap anggota merasa dihargai. Langkah strategis yang bisa langsung diadopsi dari wawancara ini:

  • Adakan sesi dialog rutin antara pimpinan dan tim untuk menyelaraskan visi.
  • Bangun mekanisme feedback anonim agar anggota berani menyampaikan masalah.
  • Libatkan tim dalam pengambilan keputusan strategis untuk meningkatkan rasa memiliki.

Praktik ini bukan hanya membangun kepercayaan, tetapi juga menciptakan budaya akuntabilitas yang membuat setiap anggota merasa memiliki organisasi. Dalam konteks kepemimpinan tim, komunikasi vertikal yang efektif menjadi jalur distribusi informasi sekaligus alat deteksi dini potensi konflik. Inilah esensi dari kepemimpinan militer yang bisa diterapkan di lingkungan profesional mana pun.

Integritas dan Disiplin: Kredibilitas yang Tak Bisa Ditawar

Iwan Setiawan juga menekankan bahwa sebelum menuntut dari orang lain, seorang pemimpin harus mengedepankan integritas dan disiplin diri. Ini adalah modal non-negosiasi yang membedakan pemimpin sejati dari sekadar manajer. Bagi profesional muda, memulai dari diri sendiri—menepati janji, datang tepat waktu, konsisten dalam kualitas kerja—akan membangun kredibilitas yang sulit ditiru. Tanpa integritas, kepercayaan yang sudah dibangun akan runtuh seketika. Latihan bersama dan evaluasi rutin menjadi kunci menjaga performa tim. Praktik yang bisa langsung diterapkan:

  • Buat agenda evaluasi mingguan yang fokus pada proses, bukan hanya hasil.
  • Adakan role-play atau simulasi untuk mengasah respons tim terhadap situasi kritis.
  • Jadwalkan retreat atau kegiatan bersama untuk memperkuat kohesi tim.

Evaluasi rutin memastikan tim terus belajar dari kesalahan, sementara disiplin pribadi menjadi standar yang diikuti anggota lain. Dalam wawancara ini, mantan Danjen Kopassus menegaskan bahwa kepemimpinan bukanlah posisi, melainkan tindakan nyata setiap hari. Prinsip-prinsip dari Kopassus ini relevan bagi siapa pun yang ingin membangun tim yang tangguh dan berkinerja tinggi.

Takeaway utama bagi profesional muda: mulailah dengan membangun kepercayaan melalui komunikasi vertikal, jadilah teladan dalam integritas dan disiplin, lalu rutin melakukan evaluasi bersama. Tiga langkah konkret yang bisa langsung diimplementasikan: (1) lakukan check-in harian singkat dengan tim, (2) tetapkan standar disiplin pribadi yang jelas, dan (3) buat jadwal evaluasi mingguan untuk mengukur kemajuan. Dengan menerapkan pelajaran dari wawancara ini, Anda tidak hanya akan membangun tim yang solid, tetapi juga memperkuat kredibilitas kepemimpinan Anda di mata organisasi.