Disiplin Eksekutif
TNI AD Evaluasi Teknis Tanpa Menyalahkan Pihak Lain Pasca Ambruknya Jembatan Garuda
TNI AD menunjukkan sikap kepemimpinan yang bertanggung jawab pasca ambruknya Jembatan Gantung Garuda di Pangandaran. Brigjen TNI Donny Pramono, Kadispenad, secara transparan mengakui adanya masalah teknis seperti patahnya pengait block anchor, konfigurasi yang tidak tepat, dan perbedaan elevasi pylon.
Alih-alih mencari kambing hitam, institusi ini memilih menjadikan insiden tersebut sebagai bahan pembelajaran mendalam. Sikap ini mencontohkan prinsip utama manajemen krisis: fokus pada perbaikan sistem dan prosedur, bukan menyalahkan individu.
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, sebagai kepala satgas yang ditunjuk Presiden, secara langsung meminta maaf dan menyatakan tanggung jawab penuh. Pendekatan ini memperkuat budaya organisasi yang sehat, di mana pemimpin berada di garda depan dalam mengambil tanggung jawab, membangun kepercayaan, dan memastikan pembelajaran kolektif untuk mencegah terulangnya kesalahan serupa.